Posted by : Unknown Thursday, 14 August 2014


Ok gaes pada pembahasan saat ini saya akan membahas tentang Hollywood Sedang Jatuh Cinta Dengan YouTube. Tahun lalu DreamWorks Animation membayar $ 33.000.000 untuk saluran YouTube yang bernama AwesomenessTV, Warner Bros menginvestasikan $ 18.000.000 pada saluran YouTube yang bernama Machinima dan yang terbaru  Disney membeli pembuat Studios sebesar $ 500.000.000. Pada saat ini, banyak studio lain yang mungkin melakukan negosiasi akuisisi jaringan multi channel tersebut. Penjelasannya sangat simpel sebenarnya : channel ini mencapai audiens yang lebih besar dari pada jaringan TV pada umumnya, terutama untuk mencapai target demografis yang sulit untuk terhubung dengan jaringan TV yang umumnya jauh dari kota besar.
Faktanya adalah bahwa generasi muda saat ini menghabiskan lebih banyak waktu di internet dari pada menonton TV. Keberhasilan ini telah mendorong beberapa seri web berbasis internet atau selebriti YouTube menyeberang ke TV, tapi bagi banyak pelaku Hollywood  ini tidak lebih dari sensasi internet yang baru menjadi cara mudah untuk mendapatkan materi baru yang dapat kemudian ditransformasikan ke serial TV dan beberapa pakar bahkan mengatakan ini adalah cara yang lebih murah untuk pertunjukan baru. Hanya dengan memberi beberapa ribu dolar kepada bakat baru, biarkan mereka menunjukan Channel YouTube dengan teman-teman mereka, melihat orang-orang yang dapat membangun penonton setia Channel YouTube dan setelah itu membawa YouTube ke layar TV.
Ratusan produsen dan pencipta masih berusaha untuk menemukan formula rahasia untuk cara membuat acara TV sukses dari bintang atau web YouTube seri populer. Banyak mencoba dan paling gagal dan alasannya sederhana yaitu tidak semua merek hiburan yang sukses dapat menerjemahkan dengan sangat baik ke format lain, karena apa yang membuatnya unik pada satu platform mungkin tidak bekerja di media lain. Masalah menggunakan YouTube untuk  konsep baru TV, karakter dan host adalah bahwa kita sedang berbicara tentang dua media yang berbeda dan dua penonton yang berbeda. Kedua media memiliki bahasa yang sama sekali berbeda, irama dan pengalaman. Sekian gaes pembahasan topik ini mohon maaf kalo ada kesalahan dan kekurangan dalam topik ini. Kalau berkenan kasih komentarnya ya gaes demi perbaikan artikel-artikel selanjutnya :D.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Semua Tentang Teknologi Internasional - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -