- Back to Home »
- Gejala Anak Kecanduan Internet
Posted by : Unknown
Sunday, 10 August 2014
Internet banyak sekali memberikan
kemudahan dalam kehidupan kita saat ini. Akan tetapi itru juga dapat menjadi
bumerang untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Anak usia 8-18 tahun rata-rata
menghabiskan 10 jam, 45 menit sehari, untuk berinteraksi dengan media. Ini
setara dengan 75 jam dan 15 menit per minggu, nyaris dua kali lipat lebih
panjang dari waktu yang dihabiskan orang tuanya untuk bekerja. Demikian menurut
riset Kaiser Family Foundation pada Januari 2010 lalu. Bagaimana saat ini?
Dengan kian banyak gadget yang memungkinkan anak mengakses media, kemungkinan
angkanya sudah melonjak.
Yang dimaksud dengan media di sini
adalah TV, video, dan internet. Sebanyak 21% remaja didefinisikan sebagai user
berat media, yang menghabiskan waktu 16 jam sehari bersama media. Sementara 63%
adalah user moderate, yang menggunakan media 3-16 jam sehari. Pada remaja
pecandu media ditemukan tingkat depresi yang tinggi, kekurangan waktu untuk
tidur dan bersosialisasi.
Dari sekian banyak jam yang
dihabiskan, setengah dari jenis media tersebut adalah internet. Bagi anak-anak
dan remaja, saat tak mampu menyeimbangkan kehidupan sosial di dunia nyata,
sekolah, olah raga, dengan keasyikan di depan komputer, akan memicu perilaku
kompulsif, tak terkontrol, dan kecanduan internet.
Bagaimana cara mengenali seorang
anak sudah mulai kecanduan media? Berikut gejalanya:
- Keasyikan dengan internet dengan tujuan tertentu yang orang lain tidak boleh tahu. Biasanya anak akan merahasiakan saat ditanya orang tua, “Lagi ngapain sih di internet?”
- Bersikap defensive untuk berlama-lama online. Mereka akan marah jika waktu online-nya dibatasi.
- Mulai memakai uang jajan atau uang untuk kebutuhan penting lain demi bisa online atau membeli gadget baru.
- Gagal mengontrol perilaku, termasuk perilaku agresif.
- Mengalami euphoria setiap kali terlibat pada segala hal yang menyangkut komputer atau aktivitas internet.
- Tak bisa mengatur waktu online
- Mengorbankan waktu tidur demi bisa online.
- Marah saat koneksi internet terputus.
- Memeriksa email atau pesan online secara kompulsif sepanjang hari.
- Tetap berusaha online walau sedang waktunya sekolah atau belajar.
- Lebih senang menghabiskan waktu online ketimbang bersama teman atau keluarga.
- Tidak tertarik melakukan aktivitas menarik di dunia nyata, lebih senang di depan komputer.
Jika anak Anda sudah mengalami
gejala-gejala di atas , orang tua harus segera mengambil tindakan. Coba
libatkan mereka dalam kegiatan outdoor seperti olah raga, kemping, travelling,
bertemu banyak orang, mengikuti klub sesuai hobinya, dan banyak lagi.
Memang tidak mudah, dan butuh waktu. Namun tetap harus dilakukan demi kebaikan
anak Anda. [Internet Sehat]
Sumber artikel: webroot.com